Senin, 19 Oktober 2026

Keracunan MBG Makin Marak, JPPI Sebut Evaluasi Pemerintah Gagal

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi MBG, Selasa (1/9/2026). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Menurutnya, apabila kelalaian yang menyebabkan ratusan orang sakit tidak pernah berujung pada pertanggungjawaban hukum, kasus serupa berpotensi terus berulang.

“Kalau kelalaian yang membuat ratusan orang sakit tidak pernah berujung pada pertanggungjawaban hukum, jangan heran kalau kasus yang sama terus berulang. Negara tidak boleh memelihara impunitas dalam program yang menyangkut keselamatan jutaan anak,” lanjutnya.

JPPI juga menyoroti persebaran kasus keracunan MBG yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Dari kejadian yang dicatat selama Agustus 2026, sekitar 65 persen kasus terjadi di Pulau Jawa. Jawa Tengah menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar, yakni sekitar 35 persen dari seluruh kejadian yang tercatat.

JPPI menilai tingginya konsentrasi kasus tidak hanya berkaitan dengan besarnya jumlah penerima MBG di Jawa. Kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya kapasitas pengawasan yang sebanding dengan cakupan layanan.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
35o
Kurs