Senin, 19 Oktober 2026

Keracunan MBG Makin Marak, JPPI Sebut Evaluasi Pemerintah Gagal

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi MBG, Selasa (1/9/2026). Foto: Meilita suarasurabaya.net

“Kalau keamanan makanan bergantung pada guru mencicipi satu sendok sebelum makanan dibagikan, itu justru bukti bahwa sistem pengawasan MBG sangat rapuh,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, JPPI menyampaikan lima rekomendasi kepada pemerintah:

1. Menghentikan sementara pelaksanaan MBG secara nasional sampai pemerintah mampu menjamin keamanan pangan dan menghentikan berulangnya kasus keracunan.

2. Memproses secara hukum pihak yang lalai, sehingga kasus tidak berhenti pada evaluasi administratif dan penutupan sementara.

3. Menghentikan praktik guru sebagai pencicip makanan, karena guru bukan alat deteksi racun maupun penanggung jawab keamanan pangan.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
35o
Kurs