Kamis, 3 September 2026

Keracunan MBG Makin Marak, JPPI Sebut Evaluasi Pemerintah Gagal

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi MBG, Selasa (1/9/2026). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali marak setelah libur sekolah. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius karena evaluasi yang dilakukan pemerintah dinilai belum mampu mencegah kasus serupa kembali terjadi.

JPPI mencatat, sejak program MBG berjalan pada 2025 hingga 2026, jumlah korban keracunan telah mencapai 43.838 orang yang tersebar di 36 provinsi.

Khusus pada Agustus 2026, JPPI mencatat sebanyak 3.079 orang menjadi korban keracunan MBG. Sementara itu, sepanjang Januari hingga akhir Agustus 2026, jumlah korban tercatat mencapai 15.735 orang.

Ubaid Matraji Koordinator Nasional JPPI menilai jumlah tersebut seharusnya sudah menjadi alarm nasional bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Ini sudah menjadi alarm nasional. Puluhan ribu orang menjadi korban sejak MBG berjalan, dan setiap bulan korban baru terus berjatuhan. Pemerintah tidak bisa terus memperlakukan korban sebagai angka-angka statistik. Di balik setiap angka ada anak yang sakit, keluarga yang panik, dan kegagalan negara menjamin makanan yang aman,” kata Ubaid dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Kamis, 3 September 2026
31o
Kurs